Setelah brosing dan mencari informasi di internet tentang HP yang bisa menunjang kerjaan yg harus terhubung dengan internet, akhirnya saya memutuskan untuk membeli HP Nokia C7, karena spesifikasinya menjanjikan sesuai dengan yang gue butuhin, dan adanya map gratis yang sudah ada dalam HP. karena saya cukup banyak bepergian, peta ini akan sangat bermanfaat.
Akhirnya, Senin malam saya memutuskan untuk membeli Nokia C7 di pertokoan Mall Taman Anggrek. Saya tidak memeriksa dengan cermat apakah barang tersebut masih tersegel. tapi saya percaya, karena saya belinya bukan di sembarang kios toko, tapi di distributor resmi.
Setelah mencoba2 di toko tersebut, mencek bahwa semua berfungsi. Saya pulang ke kost. Berdasar saran dari penjaga toko, HP tidak harus dicharge selama 8 jam, cukup 4 jam saja.
Selasa pagi, saya mulai coba2 HP tersebut, internetnya cukup kencang. Nonton di youtube pun lancar. Tapi ternyata HP tersebut sangat boros batere. Baru dicharge pagi, sore sudah turun dayanya. Di bagian belakang pun terasa panas. Begitu terjadi selama 3 hari, batre hanya bertahan sekitar 7 jam. Setelah itu, harus segera dicharge.
Pada Rabu malam, saya coba browsing, tiba2 nge hang, error. Layar tiba2 mati. Kemudian nyala lagi. Dan tidak bisa browsing. Kemudian saya ubah setting konektivitas, bisa terhubung lagi dengan internet.
Kamis malam, saya menggunakan HP cukup lama, hanya menggunakan whatsapp selama k.l. 2 jam. Hp terasa panas. Harus dicharge lagi. Padahal sorenya baru dcharge. Selain itu juga cek FB dan Twitter.
Jumat pagi, ketika saya sedang menuliskan sms, tiba-tiba, HP blank! Layar putih! Kelap kelip! Saya panik. Ini sama seperti HP Nokia seri lama yang saya punya. Terjadi ketika terhubung dengan internet. Kemudian, HP yang baru saya pegang selama 4 HARI, saya cabut batrenya, layar pun mati. Setelah selama beberapa detik, saya pasangkan batrenya, nyalakan lagi. LAYAR TETAP PUTIH HANYA MUNCUL LOGO NOKIA, kelap kelip! KAMPRET! Hp RUSAK! sekali lagi, baru 4 HARI GUE PAKAI, NOKIA C7 Ga BISA DIPAKAI!
SAya kembali ke toko, dengan entengnya wah ini rusak harus dibawa ke NOKIA centER. Terus entah siapa, seorang lelaki berseragam biru di situ bilang, bu, HP ditinggal saja, nanti teman saya akan perbaiki. Ketika saya minta dibuatkan tanda terima, dia malah bengong dan lempar sama temannya. Waahh ga bener ini, tanda terima aja ga ada, terus kalao HP hilang, gimana. Bukan masalah buruk sangka, sekarang susah cari tempat jujur. TIDAK ada permintaan maaf atas kerusakan barang. Hanya menyalahkan konsumen karena tidak mengupdate HP. Lah, situ kagak kasih tahu. Gw nanya2, dibilangnya gapapa bu, barang sudah bisa digunakan. Kemudian saya ke Nokia center, dibilang harus diinstal ulang. Bisa ditunggu 2 jam. Saya kembali ke tempat itu, beritanya: hp HARUS DITINGGAL DAN AKAN DIPERBAIKI SELAMA 2 MINGGU!! SEJUTA TOPAN BADAI! 2 MINGGU! dibenerin ke negara sebrang? atau banyak antrean barang rusak?
BARU sekarang ini merasakan kesialan seperti ini. Biasanya gue hanya dengerin dari orang2 yang baru beli gadget, harus ke tempat servis untuk diperbaiki.
Jadi, berhati2lah beli barang Nokia. Jangan mengalami nasib seperti saya. Dan sekarang, saya tidak bisa menggunakan HP NOKIA yang BARU SAYA BELI SELAMA 4 HARI, karena kerusakan mesin! Baru 4 hari gw pakai, mesinnya rusak? Gimana bisa bertahan kalau hanya 4 hari aja udah rusak.
Senin, 09 Juli 2012
Rabu, 04 Juli 2012
"Kupu-kupu" & "Hujan"
Kupu-kupu
Kupu-kupu yang lucu
ke mana engkau ter
bang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang mekar
mengangguk-angguk pada tangkai yang lemah
tidak kah sayapmu
merasa lelah
Hujan
Tik tik
bunyi hujan di atas genting
airnya turun tidak terkira
cobalah tengok dahan dan ranting
pohon dan kebun
basah semua
Kupu-kupu yang lucu
ke mana engkau ter
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang mekar
mengangguk-angguk pada tangkai yang lemah
tidak kah sayapmu
merasa lelah
Tik tik
bunyi hujan di atas genting
airnya turun tidak terkira
cobalah tengok dahan dan ranting
pohon dan kebun
basah semua
Selasa, 03 Juli 2012
Rabu, 27 Juni 2012
Ambilkan Bulan
Ambilkan bulan bu
Ambilkan bulan bu
yang selalu bersinar di langit
Di langit, bulan benderang
cahayanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan bu
untuk menemani tidurku yang lelap
di malam gelap
Ambilkan bulan bu
yang selalu bersinar di langit
Di langit, bulan benderang
cahayanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan bu
untuk menemani tidurku yang lelap
di malam gelap
Lagu anak-anak
Sekarang ini, banyak orang yang merasa prihatin dengan semakin langkanya lagu anak-anak. Anak-anak malah lebih fasih menyanyikan lagu-lagu dewasa yang sering diputar di televisi. Pernah dengar kan seorang anak tiba-tiba bernyanyi dengan lincah dan riang, "cinta satu malam, oh indahnya" huaaa.. sedih dengernya. Anak tersebut memang tidak tahu isi dan arti lagu tersebut. Tapi karena sering mendengar setiap saat, ya yang dihapal lagu itu.
Seharusnya, orang tua lebih aktif dalam memperkenalkan lagu anak-anak. Biasanya, menjelang usia 1 tahun, banyak orangtua akan mengajarkan lagu, "cicak-cicak di dinding", "satu-satu aku sayang ibu", dll. Saya cukup terkejut, waktu seorang keponakan berumur 3 tahun, anaknya adik saya, fasih menyanyi lagu "kupu-kupu yang lucu, ke mana engkau terbang". ternyata, di sela kesibukannya sebagai ibu beranak 5 (waktu itu), adik saya rajin mendendangkan lagu-lagu masa-masa kami masih kecil. Dan itu terekam oleh anak-anaknya. Dan itu membuktikan, bahwa masa 1-3 tahun adalah usia emas, di mana anak dengan mudah menyerap dan mengingat hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Saya senang sekali kalau keponakan main ke rumah, saya bisa bernyanyi bersama mereka, mendendangkan lagu anak-anak, sekalian mengenang masa kecil saya. Malu dong kalau sendiri tiba2 nyanyi lagu anak-anak :D
Menjelang liburan, biasanya banyak orang tua yang bekerja di Jakarta mengajak anaknya untuk ikut pergi bekerja, berlibur di kantor orang tuanya. Di kereta itu, akan berkumandang lagu wajib yang dinyanyikan oleh orang tua bersama anaknya, "naek kereta api tututuuutt". Itu pun terjadi pada saya hehehe. Waktu ajak Igan jalan2, dia dengan bersemangat nyanyi lagu itu.
Kalau menyimak lagu anak-anak yang tercipa pada masa lalu diantaranya oleh AT Mahmud, Ibu Sud, Kak Sur, ltersebut, liriknya sangat sederhana, tapi isinya bagus. Mengarang lagu anak-anak memang sulit. Terutama liriknya. Tapi kalau saya mendengar guru-guru taman kanak-kanak, mereka juga bisa menciptakan lagu dengan irama riang. Liriknya pun berisi nasehat.
Untuk mengingat lagu-lagu masa kecil, sekaligus mengenang, saya akan mencatat lirik lagu tersebut di blog. Mungkin judulnya salah, karena saya nggak tahu judulnya. Mungkin syair pertama lagu itu akan jadi judul lagu.
Seharusnya, orang tua lebih aktif dalam memperkenalkan lagu anak-anak. Biasanya, menjelang usia 1 tahun, banyak orangtua akan mengajarkan lagu, "cicak-cicak di dinding", "satu-satu aku sayang ibu", dll. Saya cukup terkejut, waktu seorang keponakan berumur 3 tahun, anaknya adik saya, fasih menyanyi lagu "kupu-kupu yang lucu, ke mana engkau terbang". ternyata, di sela kesibukannya sebagai ibu beranak 5 (waktu itu), adik saya rajin mendendangkan lagu-lagu masa-masa kami masih kecil. Dan itu terekam oleh anak-anaknya. Dan itu membuktikan, bahwa masa 1-3 tahun adalah usia emas, di mana anak dengan mudah menyerap dan mengingat hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Saya senang sekali kalau keponakan main ke rumah, saya bisa bernyanyi bersama mereka, mendendangkan lagu anak-anak, sekalian mengenang masa kecil saya. Malu dong kalau sendiri tiba2 nyanyi lagu anak-anak :D
Menjelang liburan, biasanya banyak orang tua yang bekerja di Jakarta mengajak anaknya untuk ikut pergi bekerja, berlibur di kantor orang tuanya. Di kereta itu, akan berkumandang lagu wajib yang dinyanyikan oleh orang tua bersama anaknya, "naek kereta api tututuuutt". Itu pun terjadi pada saya hehehe. Waktu ajak Igan jalan2, dia dengan bersemangat nyanyi lagu itu.
Kalau menyimak lagu anak-anak yang tercipa pada masa lalu diantaranya oleh AT Mahmud, Ibu Sud, Kak Sur, ltersebut, liriknya sangat sederhana, tapi isinya bagus. Mengarang lagu anak-anak memang sulit. Terutama liriknya. Tapi kalau saya mendengar guru-guru taman kanak-kanak, mereka juga bisa menciptakan lagu dengan irama riang. Liriknya pun berisi nasehat.
Untuk mengingat lagu-lagu masa kecil, sekaligus mengenang, saya akan mencatat lirik lagu tersebut di blog. Mungkin judulnya salah, karena saya nggak tahu judulnya. Mungkin syair pertama lagu itu akan jadi judul lagu.
Senin, 11 Juni 2012
Kunjungan ke Istana Bogor
Untuk memperingati ulang tahun Bogor, Pemkot Bogor dalam beberapa tahun belakangan ini membuka Istana Bogor bagi masyarakat umum. Tentu saja kesempatan langka ini tidak disia-siakan. Banyak warga, bahkan dari luar Bogor berduyun-duyun berkunjung.
Caranya, warga harus mendapatkan tiket masuk di Gedung DPRD, kemudian tangannya dicap. Setelah itu menunggu di sebuah tenda untuk mendapat jadwal masuk. Ketika sedang menunggu giliran, pihak panitia memberikan beberapa pengumuman persyaratan masuk Istana, diantaranya adalah tidak boleh membawa tas, jadi tas mesti dititipkan di sebuah mobil dan bisa diambil saat ke luar istana, barang berharga tentu saja harus dibawa, untungnya Niki bawa tas kecil, jadi semua dompet dan hp dititipkan ma dia. Persyaratan berikutnya adalah tidak boleh memakai sendal jepit, kaos oblong, celana pendek, celana jins, karena ini bukan sembarang tempat yang akan kita kunjungi.
Saya melihat warga yang akan berkunjung banyak yang memakai batik. Jadi berasa lagi kondangan hehehe. Ada juga rombongan ibu-ibu pengajian dengan seragamnya, anak sekolah, rombongan keluarga. Akhirnya tibalah saatnya kami masuk ke istana. Para warga berbaris, lewat balaikota Bogor, kami menyebrang jalan, masuk Istana lewat Pintu II Kebun Raya Bogor. Di pintu ini ada detektor, setiap orang harus melewatinya. Setelah itu kami berjalan di dalam kebun raya yang rindang, sejuk, dan istana pun tampak dari kejauhan.
Sayangnya, di dalam istana kami tidak boleh memotret. Banyak petugas yang berjaga, dan mengatur aliran pengunjung supaya tidak menumpuk di satu titik. Setiap ruang ada pemandu yang memberikan penjelasan mengenai sejarah dan fungsi ruangan. Saya tentu saja benar2 menikmati setiap ruangan. Ruangan Bung Karno yang lengkap dengan meja kerjanya dan meja panjang untuk rapat, Ruang Garuda untuk menerima tamu asing. Saya perhatikan detail ukiran di atap ruangan ini sangat cantik. Kaca seribu, dimana 2 kaca besar saling berhadapan, dan jika kita berdiri di tengah2nya dan memandang kaca, akan tampaklah pantulan diri dalam jumlah banyak. Di dalam istana ada banyak patung telanjang tanpa busana. Dan untuk acara kunjungan ini, banyak patung ditutup kain ala kadarnya. Jadi malah ga nyeni, menurut saya. Kalau mau, seharusnya ditutup kain batik Bogor. Sekalian pameran.
Setelah puas menikmati isi istana, kami ke depan halaman istana. Di sini banyak warga yang tidak menyiakan kesempatan untuk motret alias narsis! saya pun dong! Semula saya heran ketika banyak orang menginjak rumput di depan istana, dan tidak ada satu petugas pun yang melarang, ternyata di situ ada tukang potret berbayar, jadinya orang2 pun pada ngikutin ke tengah halaman rumput. Termasuk saya. Saya tergoda untuk lepas sepatu dan bermain di rumput, tapi ternyata banyak kotoran rusa! Ga jadi deh. Oh ya, seorang kawan saya terkejut melihat foto saya depan istana di tengah rumput, karena pada saat dia berada di sana, ada petugas yang melarang memotret di atas rumput. Saya beruntung! Bahkan saya bisa memotret patung Denok yang terkenal itu. Dan lagi2 me
nurut teman, dilarang dipotret!
Hari itu, kami, saya, mama dan Niki merasa puas bisa menikmati keagungan dan keindahan Istana Bogor.






Caranya, warga harus mendapatkan tiket masuk di Gedung DPRD, kemudian tangannya dicap. Setelah itu menunggu di sebuah tenda untuk mendapat jadwal masuk. Ketika sedang menunggu giliran, pihak panitia memberikan beberapa pengumuman persyaratan masuk Istana, diantaranya adalah tidak boleh membawa tas, jadi tas mesti dititipkan di sebuah mobil dan bisa diambil saat ke luar istana, barang berharga tentu saja harus dibawa, untungnya Niki bawa tas kecil, jadi semua dompet dan hp dititipkan ma dia. Persyaratan berikutnya adalah tidak boleh memakai sendal jepit, kaos oblong, celana pendek, celana jins, karena ini bukan sembarang tempat yang akan kita kunjungi.
Sayangnya, di dalam istana kami tidak boleh memotret. Banyak petugas yang berjaga, dan mengatur aliran pengunjung supaya tidak menumpuk di satu titik. Setiap ruang ada pemandu yang memberikan penjelasan mengenai sejarah dan fungsi ruangan. Saya tentu saja benar2 menikmati setiap ruangan. Ruangan Bung Karno yang lengkap dengan meja kerjanya dan meja panjang untuk rapat, Ruang Garuda untuk menerima tamu asing. Saya perhatikan detail ukiran di atap ruangan ini sangat cantik. Kaca seribu, dimana 2 kaca besar saling berhadapan, dan jika kita berdiri di tengah2nya dan memandang kaca, akan tampaklah pantulan diri dalam jumlah banyak. Di dalam istana ada banyak patung telanjang tanpa busana. Dan untuk acara kunjungan ini, banyak patung ditutup kain ala kadarnya. Jadi malah ga nyeni, menurut saya. Kalau mau, seharusnya ditutup kain batik Bogor. Sekalian pameran.
Setelah puas menikmati isi istana, kami ke depan halaman istana. Di sini banyak warga yang tidak menyiakan kesempatan untuk motret alias narsis! saya pun dong! Semula saya heran ketika banyak orang menginjak rumput di depan istana, dan tidak ada satu petugas pun yang melarang, ternyata di situ ada tukang potret berbayar, jadinya orang2 pun pada ngikutin ke tengah halaman rumput. Termasuk saya. Saya tergoda untuk lepas sepatu dan bermain di rumput, tapi ternyata banyak kotoran rusa! Ga jadi deh. Oh ya, seorang kawan saya terkejut melihat foto saya depan istana di tengah rumput, karena pada saat dia berada di sana, ada petugas yang melarang memotret di atas rumput. Saya beruntung! Bahkan saya bisa memotret patung Denok yang terkenal itu. Dan lagi2 me
Hari itu, kami, saya, mama dan Niki merasa puas bisa menikmati keagungan dan keindahan Istana Bogor.
Langganan:
Postingan (Atom)